Rabu, 8 Maret 2006 kemarin, perempuan di seluruh dunia memperingati
Hari Perempuan Internasional (HPI), tak terkecuali di Indonesia. Konon tanggal 8 Maret ini ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1978 berdasarkan sejarah perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya, emansipasi, persamaan derajat antara pria dan perempuan, termasuk dalam politik.
Menurut ceritanya, pada tahun 1857 di New York, Amerika Serikat (AS), para buruh tekstil yang sebagian besar adalah perempuan berdemonstrasi menuntut perbaikan kerja. Di Jerman pada tahun 1907 di Stutgart, Jerman, pertemuan pertama permusyawaratan Perempuan Sosialis Internasional. Pada pertemuan di Jerman itu,
Clara Zetkin (1857-1933), wakil dari Partai Sosialis Jerman, mengusulkan Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tahun.
Dari pemberitaan koran-koran dan televisi kita tahu bagaimana perempuan Indonesia memperingati HPI ini dengan melakukan berbagai kegiatan, termasuk berdemonstrasi. "Perempuan Tolak Diskriminasi" begitu
Kompas menulis di judul
headline halaman depannya.
Kita melihat perempuan memang diperlakukan dengan tidak adil. Pemberlakuan Peraturan daerah Nomor 8/2006 di Pemerintah Kota Tangerang salah satu bukti kesewenang-wenangan penguasa terhadap warga negaranya, khususnya kaum hawa. Maka, saya kira, wajarlah bila kita semua mendukung perjuangan perempuan ini.
Sebab, bagi saya, perempuan adalah sosok ciptaan Tuhan yang derajatnya sama dengan pria. Kita dilahirkan dari perempuan, kita dibesarkan, diajari budi pekerti oleh perempuan, yakni ibu kita. Tanpa makhluk Tuhan yang namanya perempuan, mana mungkin manusia beranak-pinak? Mana mungkin kita bisa ngeblog seperti sekarang... hmmm.
Dalam hidup saya, dan barangkali yang lain juga, sosok ibu pastilah menjadi sosok perempuan idola yang sangat kita kagumi. Ibu saya adalah sosok perempuan yang hebat. Dalam kondisi yang hidup susah dengan 13 orang anak, ia terus tersenyum, bekerja terus, demi anak-anaknya.
Jadi, di bumi ini perempuan begitu berarti, bermakna, dan haruslah derajatnya diposisikan sama dengan pria. Maka, saya bangga dengan Megawati, Arroyo, dan lainnya yang menjadi kepala negara atau pemerintahan di negaranya, tanpa melihat perilaku politik negatif mereka (kalau ada). Saya bangga dengan para perempuan penyapu jalan, yang demi anak-anak dan keluarganya harus bangun pagi dan menantang maut untuk mencari uang. Saya salut dengan para perempuan yang dengan tabah dan sabar menghadapi kenaikan harga segala jenis keperluan rumah tangga sekarang ini. Saya kagum kepada para tenaga kerja wanita (TKW) yang jauh-jauh ke negeri orang untuk mencari dollar. Kalian adalah orang-orang hebat.

Secara khusus saya sampaikan kekaguman saya kepada sosok perempuan yang namanya
Danaria Lase yang telah menjadi istri saya sejak tahun 2000. Ia begitu berarti bagiku dan telah mengubah hidup saya lebih berarti. Walau terkadang rasanya menyebalkan, walau kami kadang-kadang bertengkar, tetapi aku tetap bangga dan mengasihinya dan mencintainya.
Selain ibu Anda, siapa perempuan yang paling Anda kagumi?
Hai perempuan
aku bangga padamu
engkau segelas air ketika aku dahaga
engkau cahaya ketika aku di kegelapan
Tolongin ya pusing
ngelanjutinya, ada file yang harus diedit masuk.