KABAR-KABUR DARI BLOK H4

Saturday, March 18, 2006

PINDAH

Temans, para Blogger Mania,
Sorry, oleh sesuatu sebab, mulai Jumat, 17 Maret 2006, ogut sudah pindah.

Jangan lupa saya tunggu Anda

DI SINI

.

Sorry for incovinience ....


Salam

Tuesday, March 14, 2006

KENANGAN TERINDAH

[Apakah Anda sedang menyukai lagu-lagu mellow...? Saya post di sini syair lagu Samson yang sedang digandrungi oleh muda dan tua, he-he]

KENANGAN TERINDAH
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t’lah hilang
Darimu yang mampu menyanjungku

Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu
Untuk mengenangmu
Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati

Chorus :

Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau
Kenangan yang terindah dalam hidupku

Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang t’lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah.

Saturday, March 11, 2006

Hari Libur

Bagi kebanyakan pekerja, termasuk saya, setiap minggu pasti menantikan kapan waktunya libur. Rencana mengisi hari istimewa itu pun direncanakan jauh-jauh hari. Bagi yang sudah berkeluarga, libur biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, seperti jalan-jalan ke mal, berenang, atau sekadar keluar keliling-keliling, atau makan bersama keluar rumah. Atau juga ada yang hanya memilih untuk beristirahat di rumah, bercengkerama dengan keluarga. Wah, libur begitu menyenangkan ya.

Anak-anak, terutama yang masih kecil, selalu menantikan hari langka ini. Bagi mereka, saat itulah kesempatan mendapatkan dan merasakan kasih sayang ayah dan ibu mereka setelah mereka sibuk dengan pelajaran sekolah dan kegiatan mereka sendiri. Bagi istri, saat libur merupakan saat bertemu suami lebih panjang. Biasanya pada saat itulah suami-istri mencoba berinteraksi dan mengevaluasi rencana-rencana keluarga yang mereka sudah dan akan tempuh. Bagi yang berpacaran, saat libur digunakan sebagai momentum agar satu sama lain lebih mengenal sehingga hubungan yang terjalin pun tetap mesra. Sungguh menyenangkan sekali.

Berbahagialah Anda para pekerja di perusahaan atau di departemen (divisi) yang memberlakukan sistem 5:2 (lima hari kerja dua hari libur). Dengan begitu, Anda akan mempunyai waktu banyak untuk bisa berkumpul dengan keluarga, bermain dengan anak setelah lima hari bekerja banting tulang mencari uang. Di tempat saya (divisi redaksi) sistemnya 6:1, enam hari kerja satu hari libur. Maka, waktu sehari buat libur itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Nyaris tidak ada waktu untuk bisa bersosialisasi. Boro-boro bisa ikutan arisan. Namun, bagi yang dua hari libur, satu hari bisa untuk keluarga, sisanya untuk bersosialisasi dengan warga atau orang lain selain kelurga.

[Ya, terkadang saya merasa sedih juga, tetapi bagaimana lagi. Seharusnya, manajemen perusahaan ini harus bisa mencari suatu sistem sehingga karyawan di redaksi juga bisa menikmati libur dua hari seperti yang dilakukan oleh divisi lain, misalnya PSDM, litbang, dan PIK].

Bagi saya hari libur adalah hari istirahat dari segala kepenatan hidup.

Kalau menurut kamu?

Thursday, March 09, 2006

Saya Mengagumi Perempuan

Rabu, 8 Maret 2006 kemarin, perempuan di seluruh dunia memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI), tak terkecuali di Indonesia. Konon tanggal 8 Maret ini ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1978 berdasarkan sejarah perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya, emansipasi, persamaan derajat antara pria dan perempuan, termasuk dalam politik.


Menurut ceritanya, pada tahun 1857 di New York, Amerika Serikat (AS), para buruh tekstil yang sebagian besar adalah perempuan berdemonstrasi menuntut perbaikan kerja. Di Jerman pada tahun 1907 di Stutgart, Jerman, pertemuan pertama permusyawaratan Perempuan Sosialis Internasional. Pada pertemuan di Jerman itu, Clara Zetkin (1857-1933), wakil dari Partai Sosialis Jerman, mengusulkan Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tahun.

Dari pemberitaan koran-koran dan televisi kita tahu bagaimana perempuan Indonesia memperingati HPI ini dengan melakukan berbagai kegiatan, termasuk berdemonstrasi. "Perempuan Tolak Diskriminasi" begitu Kompas menulis di judul headline halaman depannya.

Kita melihat perempuan memang diperlakukan dengan tidak adil. Pemberlakuan Peraturan daerah Nomor 8/2006 di Pemerintah Kota Tangerang salah satu bukti kesewenang-wenangan penguasa terhadap warga negaranya, khususnya kaum hawa. Maka, saya kira, wajarlah bila kita semua mendukung perjuangan perempuan ini.

Sebab, bagi saya, perempuan adalah sosok ciptaan Tuhan yang derajatnya sama dengan pria. Kita dilahirkan dari perempuan, kita dibesarkan, diajari budi pekerti oleh perempuan, yakni ibu kita. Tanpa makhluk Tuhan yang namanya perempuan, mana mungkin manusia beranak-pinak? Mana mungkin kita bisa ngeblog seperti sekarang... hmmm.

Dalam hidup saya, dan barangkali yang lain juga, sosok ibu pastilah menjadi sosok perempuan idola yang sangat kita kagumi. Ibu saya adalah sosok perempuan yang hebat. Dalam kondisi yang hidup susah dengan 13 orang anak, ia terus tersenyum, bekerja terus, demi anak-anaknya.

Jadi, di bumi ini perempuan begitu berarti, bermakna, dan haruslah derajatnya diposisikan sama dengan pria. Maka, saya bangga dengan Megawati, Arroyo, dan lainnya yang menjadi kepala negara atau pemerintahan di negaranya, tanpa melihat perilaku politik negatif mereka (kalau ada). Saya bangga dengan para perempuan penyapu jalan, yang demi anak-anak dan keluarganya harus bangun pagi dan menantang maut untuk mencari uang. Saya salut dengan para perempuan yang dengan tabah dan sabar menghadapi kenaikan harga segala jenis keperluan rumah tangga sekarang ini. Saya kagum kepada para tenaga kerja wanita (TKW) yang jauh-jauh ke negeri orang untuk mencari dollar. Kalian adalah orang-orang hebat.

Secara khusus saya sampaikan kekaguman saya kepada sosok perempuan yang namanya Danaria Lase yang telah menjadi istri saya sejak tahun 2000. Ia begitu berarti bagiku dan telah mengubah hidup saya lebih berarti. Walau terkadang rasanya menyebalkan, walau kami kadang-kadang bertengkar, tetapi aku tetap bangga dan mengasihinya dan mencintainya.

Selain ibu Anda, siapa perempuan yang paling Anda kagumi?

Hai perempuan
aku bangga padamu
engkau segelas air ketika aku dahaga
engkau cahaya ketika aku di kegelapan


Tolongin ya pusing ngelanjutinya, ada file yang harus diedit masuk.

Wednesday, March 08, 2006

Ada Gunanya Ngeblog ...

Setelah beberapa hari menjadi penikmat jasa media blog ini, ada beberapa pengalaman baru yang saya dapatkan. Setidaknya saya sedikit diperkenalkan dengan bahasa pemograman komputer, yang sama sekali saya tidak tahu sebelumnya, seperti cara membuat link dan meng-download shoutbox ke URL saya. Terus terang saya sedikit frustrasi ketika membuat shout box di mana beberapa kali mencoba, tetapi gagal terus. Dan, akhirnya oleh bantuan teman dari Surabaya, jadilah shout box seperti yang Anda liat. (Tapi, Yud, sebenarnya saya mau jika skin shout box itu seirama dengan background situsnya).

Dengan mengeblog, saya mulai ketemu dengan orang-orang hebat dan unik yang tak pernah saya bertemu sebelumnya. Mereka hebat mengeluarkan isi kepala mereka dengan tulisan yang luar biasa, mendidik, membangun, menyemangati, serta menghibur. Jadi tidak ada ruginya ikut-ikutan bikin blog. Satu hal yang pasti, selain berguru, aku mau menjadi sahabat Anda semua, para blogger.

Tuesday, March 07, 2006

Oleh Kasih Karunia-NYA

aku hidup
.
aku berpikir
.
aku bekerja
.
aku berkeluarga
.
aku berteman
.
aku sedih
.
aku senang
.
aku bahagia
.
aku ...
.
aku ...
.
aku ...
.
semua oleh kasih karunia-NYA

Edit Berita di Desk Bisnis dan Ekonomi

Hari-hari ini, selama bulan Maret 2006, saya bertugas mengedit, menyelaraskan bahasa di Desk Bisnis dan Keuangan (Ekonomi). Sebagai kuli kata, maka sebuah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), satu Kamus Inggris-Indonesia, dan tentu dengan buku pegangan penyelarasan bahasa setia menemani saya. Dan, yang pasti mesin pencarian di internet, Google, menjadi pilihan untuk mencari dan memastikan kata, data, dan apa pun juga.. :)

Di desk ekonomi lumayan enak. Enaknya, editor dan wakil editornya cukup "bersahabat" dan selalu ada ruang dialog untuk setiap kata, kalimat, dan data yang memerlukan pencerahan. Hal yang langka didapatkan pada beberapa desk lain :). Kondisi seperti ini begitu mendukung berjalannya tugas penyelarasan.

Bahasa di desk ini sebenarnya begitu mengalir dan enak dibaca. Cuma, harus dimaklumi bila masih ditemukan kesalahan-kesalahan "kecil", seperti masih ada wartawan yang menulis "Namun demikian, ..." alih-alih "Namun, ..." atau "Meskipun demikian, ... " di awal kalimat (biasanya pada paragraf baru); penulisan nama-nama narasumber yang beda-beda dan sesekali menemukan logika bahasa yang kurang tepat.

Suasana yang kondusif (he-he-he, pinjam bahasanya para politikus yang kayak tikus) itu bertolak belakang dengan kondisi yang saya alami ketika menangani Desk Nusantara. Tidak hanya logika bahasa yang memusingkan kepala, tetapi juga struktur kata, data, dan istilah-istilah yang membuat pembaca mengernyitkan dahi, tak mengerti sebenarnya apa yang mau disampaikan oleh penulis, saya temukan di berita-berita produk desk ini. (Persis seperti bagaimana para blogger membaca tulisan saya ini he-he-he.) Tetapi ini tidak terjadi pada semua berita lho. Permasalahan di desk ini terutama pada judulnya. Saya bisa menghabiskan waktu sekitar 10-15 menit untuk memikirkan perbaikan pada judul satu berita. Kadang-kadang judul beritanya itu tidak ada subyeknya. Selain akibat space yang terbatas, permasalahan deadline juga mengakibatkan berita yang judulnya kadang amburadul itu sampai tercetak dan dibaca oleh khalayak. Tapi kan pembaca tidak mau tahu....

Omong-omong soal logika bahasa, saya pernah menemukan tulisan wartawan seperti ini: "Kedua perampok itu mengendarai sebuah sepeda motor RX King." Sepintas tidak ada yang salah dengan kalimat ini. Secara bahasa sudah benar, namun logikanya mungkin harus dipertanyakan. Kata mengendarai dalam kalimat tersebut berarti kedua perampok itu sama-sama memegang setang motor RX King tersebut. Ada lagi, misalnya, kalimat seperti ini, "Mayat itu ditemukan pertama kali oleh Udin (15) di Sungai Ciliwung pukul 15.00." Dari kalimat itu bisa dimengerti bahwa mayat itu ditemukan beberapa kali, ada yang pertama, yakni oleh Udin, dan entah siapa yang menemukan kali kedua, ketiga ha-ha-ha. (FYI: tulisan saya tentang ini pernah dimuat di tabloid Reformata edisi Februari 2006, dengan judul: Kita dan Kesalahkaprahan Bahasa")

Kembali ke soal Desk Ekonomi. Istilah-istilah ekonomi banyak yang tidak bisa atau susah dicari padanannya dalam bahasa Indonesia, misalnya outlook,good corporate governance, dan banyak lagi.

Kesulitan lain, beritanya selalu datangnya seret. Jadi selalu kalah sama halaman satu. Saya enggak tahu masalahnya di mana hingga harus terlambat seperti itu, apakah karena sistem kerjanya yang kurang pas.

Ah itu saja dulu ya ... mau kerja lagi.

Monday, March 06, 2006

Aku Punya Blog

Hore...., hari ini saya mulai hadir di dunia blog.

Karena masih gaptek, ya maklum saja ya kalau kurang memuaskan. Tetapi, dijamin, selanjutnya Anda akan tidak kecewa.. huahahahha......

Salam blog
dari Blok 4